Selamat Datang di Today's Story, Arinal's blog: Hidup mencari hikmah. Dipersilahkan menjadi tamu yang baik dan bersantai-santai di blog ini. Terima kasih atas kunjungannya :) -Karena beginilah gue, beginilah hidup gue-

28 Nov 2014

Perlukah Teknologi Surrogates di Masa Depan?

Perlukah Teknologi Surrogates di Masa Depan?

Oleh: Arinal Haq Benbadri, 1006772140
Ditulis sebagai tugas Mata Kuliah Topik Khusus Teknik Komputer
------------

Nonton Streaming filmnya di http://filmbagus21.com/surrogates-2009/

Surrogates, di dalam film dengan judul yang sama, adalah suatu teknologi di masa depan, masa di mana semuanya sudah terkoneksi dengan jaringan internet. Ide dari teknologi ini adalah adanya robot sebagai pengganti manusia yang dapat dikontrol hanya dengan sinyal pikiran/otak. Manusia hanya perlu terbaring kemudian memasang suatu alat sederhana yang dipasangkan di kepalanya. Alat ini kemudian membaca sinyal otak sebagai input kemudian informasi dikirimkan melalui jaringan internet dan diterima oleh sang robot sebagai sebuah perintah dengan output sebuah gerakan/aktivitas yang biasa dilakukan manusia pada umumnya. Sederhananya, manusia dapat menggerakkan robot berjalan hanya dengan berpikir berjalan, robot akan melompat hanya dengan berpikir melompat.

Lebih canggihnya lagi pada robot dipasang sensor-sensor sebagaimana alat indra manusia sehingga manusia seolah-olah dapat melihat apa yang dilihat robot, merasakan apa yang disentuh robot, mendengar apa yang didengar robot, mencium apa yang dicium robot. Namun apabila sesuatu yang berbahaya terjadi pada robot, seperti kecelakaan lalu lintas, tertembak, tertusuk senjata tajam dan sebagainya, hal yang serupa tidak akan dirasakan oleh manusia pengontrol/operator robot tersebut. Manusia pengontrol tetap aman di rumahnya meskipun robotnya telah hancur tak berbentuk. Hal tersebutlah yang membuat banyak orang ramai di masa depan menggunakan teknologi Surrogates, mereka dapat beraktivitas dengan risiko kecelakaan yang amat rendah.

Ide teknologi ini kemudian berkembang, robot kemudian dirancang memiliki kemampuan yang lebih melampaui kemampuan manusia pada umumnya. Daya tahan, kekuatan, kebugaran, kemampuan fisik dirancang menjadi melebihi manusia pada umumnya. Dengan surragates, manusia seolah-olah dapat berlari lebih cepat, dapat melompat dari ketinggian dengan aman, melompat lebih jauh, dan sebagainya. Fisik surrogates pengganti manusia itu pun dapat dibuat lebih sempurna. Surrogates dapat dirancang memiliki wajah yang lebih cantik, badan yang ideal. Di masa depan manusia tidak pergi ke salon kecantikan untuk mempercantik wajahnya, manusia tidak perlu berolahraga untuk membentuk badannya, mereka dapat mempercantik robotnya tanpa memperdulikan fisik aslinya.

Kehadiran teknologi ini kemudian ditentang oleh sekelompok orang. Menurut kelompok ini, teknologi surrogates membuat manusia hidup dalam kebohongan. kelompok ini tinggal di sebuah dareah khusus dimana teknologi surrogate tidak boleh memasuki area mereka, hanya manusia yang boleh memasuki kawasan mereka. Seakan-akan ada dua negara berbeda ras, satu negara dengan “ras” penduduk robot surrogates yang dikendalikan manusia dari rumah-rumah, satu lagi ialah negara dengan penduduk “ras” manusia asli penentang teknologi Surrogates. Kelompok penentang teknologi ini dipimpin oleh seorang nabi berkulit hitam dengan visi mereka ingin mengembalikan lagi manusia kepada kehidupan fitrahnya hidup tanpa robot pengganti.

Cerita kemudian berkembang ketika ditemukannya sebuah senjata berupa virus yang dapat mematikan sistem kerja robot surrogates, tidak hanya itu, senjata juga dapat membunuh manusia operatornya di rumahnya, mereka yang robotnya terkena senjata ini terbunuh dengan melelehnya otak mereka. cerita kemudian juga menarik ketika diketahui bahwa sang nabi penentang teknologi surrogates ini ternyata adalah robot surrogates yang dikendalikan oleh seorang ilmuwan pencipta teknologi surrogates itu sendiri.

Kejanggalan yang amat fatal adalah teknologi-teknologi yang digunakan pada cerita dalam film ini. Film ini tentu mengangkat cerita di masa depan di mana segala teknologi sudah terhubung dengan internet. Saya membayangkan seharusnya teknologi smart city juga telah sama berkembangnya bahkan dapat diintegrasikan kepada teknologi surrogates itu sendiri. Namun saya menemukan bahwa jam tangan yang digunakan adalah jam tangan biasa yang dipakai orang-orang di zaman dahulu sedangkan sekarang saja sudah berkembang teknologi smartwatch. Mobil yang digunakan juga masih mobil konvensional dengan risiko kecelakaan yang sama saja seperti masa sekarang, saya membayangkan di masa depan akan berkembang smart car dengan risiko kecelakaan yang rendah dan pengemudian yang lebih sederhana. Teknologi senjata juga masih serupa menggunakan peluru dan pengunaannya sangat manual. Teknologi Surrogates ini seperti tiba-tiba muncul dan berkembang di masa 2009, tahun dimana film ini dibuat.

Saya menilai bahwa seiring dengan kemajuan teknologi, akan berkembang teknologi smartphone, smartwatch, smartglasses, smartcar, smarthouse, smartoffice, smartcity, dan teknologi-teknologi pintar lainnya yang dengan teknologi tersebut sudah dapat mencegah manusia dari risiko kecelakaan yang besar. Oleh karena itu saya pikir penggunaan teknologi Surrogates sebagai robot pengganti penjalan aktivitas manusia sehari-hari dengan alasan agar terhindar dari risiko kecelakaan merupakan suatu alasan yang berlebihan jika digunakan di masa depan. Teknologi tersebut mungkin berguna di masa kini yang mana risiko kecelakaan relatif masih tinggi. Namun saya pikir sangat berlebihan jika teknologi ini dipakai semua orang di masa depan dimana akan banyak teknologi-teknologi pintar yang membantu mereka terhindar dari sebuah masalah berisiko tinggi.

Namun teknologi ini mungkin saja akan sangat berguna untuk beberapa aktivitas yang akan sangat berbahaya jika ditangani langsung oleh tangan manusia seperti pada penanganan virus mematikan, sang dokter tak perlu langsung bersentuhan dengan penderita. atau penelitian ruang angkasa yang minim dengan oksigen, dan aktivitas-aktivitas tertentu lainnya.

28 Jan 2012

It's Time to Think about Time

Pada dasarnya waktu adalah nikmat, tidak peduli disyukuri atau tidak, ia tetap nikmat.

Betapa nikmat menghabiskan waktu untuk bersantai-santai melamunkan mimpi menjadi orang besar, kaya raya, berpengaruh, bermanfaat bagi banyak orang, memilik karya-karya yang dihargai seantero alam. Ya, ini sangat nikmat dan seringkali membuat pelaku nya lupa diri.

Sementara itu tidak kalah nikmatnya jika menggunakan waktu untuk mau berkonsentrasi, buka buku, jelajahi internet, membaca ribuan kata, menulis berlembar-lembar catatan, coret-coretan, hitung-hitungan, baik itu karena kesadaran diri maupun karena tuntutan Indeks Prestasi atau dosen. Yakin, menambahnya wawasan pengetahuan dan ilmu itu sangat nikmat

14 Apr 2011

Untuk Ruh dari Jasad,

Untuk ruh yang ditiupkan Tuhan Yang Maha Kuasa kepadaku

Akulah jasad yang menjadi amanahmu, Engkau diamanahkan untuk membimbingku, mengendalikanku menjadi manusia yang baik, menjadi jasad yang berguna bagi sesamaku, dan dapat menjalankan tugas-tugas besar dalam kehidupan ini, kehidupan kita, Kita: Aku dan Kau, Jasad dan Ruh, kitalah manusia yang kemudian dinamakan Arinal Haq Benbadri.

19 Feb 2011

Ambego

Orang-orang pintar biasa menyebutnya dengan kata ‘ambigu’. Namun karena gue tidak merasa pintar, izinkan gue untuk menyebut hal ini dengan sebutan ambego.

Suatu hari, satu hari di pengujung hari-hari gue di SMA 34, di podium depan lab biologi, dan gue inget waktu itu adalah waktu senggang setelah pelajaran olahraga yang singkat. Dan sewajarnya kelas 12, gue dan beberapa teman gue masih menyempatkan waktu senggang tersebut untuk belajar, lebih tepatnya ngebahas soal2 UM Undip 1 temen gue.

22 Jan 2011

Tanpa Listrik, Apalah Aku

(Ya, karena ini blog gue maka cerita yang satu ini pun tentang gue, lagi-lagi pas gue dulu SMA)

Menikmati sore hari yang santai, megang segelas air sambil nonton berita di MetroTV. Salah satu beritanya tentang kebakaran sebuah gardu listrik masih di daerah Jakarta Selatan, tidak terlalu jauh. Dan ternyata berita ini bukanlah sekedar berita numpang lewat karena Pondok Labu tempat SMA gue berada bakal jadi “pelanggan tetap” pemadaman listrik sebagai dampak kebakaran tersebut. Gue habiskan air minum yang lagi gue pegang saat itu.

21 Jan 2011

Pertamax Syndrome

Gue amati sudah menjadi fitrah seorang manusia untuk menjadi yang tercepat. Rasanya hampir semua orang bangga, semacam ada kepuasan tersendiri ketika dia menjadi yang tercepat, atau kalo di Kaskus kita sebut ini Pertamax.

Ketika terjadi gempa misalnya, banyak orang yang langsung mengupdate status-status jejaring sosial mereka seperti facebook, twitter, plurk, dengan kata-kata “GEMPA!!!” atau semacamnya, bahkan ada yang langsung buat threadnya di Kaskus atau bikin postingan di blog. Malah gue rasa “update status” merupakan hal yang pertama sekali mereka lakukan sesaat setelah terjadi gempa bahkan sebelum menyelamatkan diri mereka masing-masing.

15 Jan 2011

Tentang 2010

2010, tentang harapan dan impian tepat di awal tahun bersama kawan seperjuangan, kembang api serta gerhana bulan purnama menjadi saksinya

2010, tentang si kucing yang tiba-tiba mengganas ngobrak-abrik dapur, gue sendirian ditinggal pergi keluarga mudik libur tahun baru, kucing tak terurus.

2010, tentang LIA-NF-LIA-NF-PM-PM-BTA, 7 hari nonstop belajar dan belajar, hari-hari gue sudah dikontrak oleh berbagai macam kursus dan bimbel

9 Okt 2010

Ada Apa Denganku?? T__T

Ada apa denganku?

Ini beneran, ini nyata, ini fakta kalo dulu gue sangat disenangin sama anak2 kecil, anak-anak balita lah, bawah lima tahun. Di komplek rumah gue dulu (dulu pas gue masih SD), tetangga gue ada beberapa yang masih kecil-kecil gitu, kalo gue lagi main sama mereka, yang belom bisa ngomong dengan lancar, mereka sering kali menunjukkan wajah senangnya kalo ngeliat gue. Begitu juga kalo ketemu anak kecil yang masih digendong di jalan atau di angkot, mereka sering ngeliatin gue mulu dan suka tiba2 ketawa. kenapa bisa gitu? gue juga gak ngerti..

2 Okt 2010

Sial! Bertubi - Tubi yang Kurasakan

Masih berhubungan dengan pengadaan proker divisi gue di ROHIS 34, yaitu proker berupa bimbingan belajar. Satu proker yang baru sekali dibuat, dan hari itu menjadi hari pertamanya kegiatan ini dilaksanakan. Namanya KEJAR BIS 34, singkatan dari KElompok belaJAR Bimbingan rohIS 34. Menurut gue keren tuh nama, idenya dari Daru 2011. Tapi pas gue mempublikasiin nama proker ini, ada salah satu temen gue yang komentar "waduh, dengernya aja udah capek duluan nal. yang kebayang malah abis ikutan KEJAR BIS yang ada malah capek, basah keringetan, haha.."

Dan petaka itu benar-benar terjadi pada gue. Di hari pertamanya (21 Maret 2009), proker ini berlangsung sukses. dan saat pulang dari kegiatan itu, gue benar-bener dibuat jadi basah, basah kuyup. gak percaya? emang aneh kan?! tapi coba simak dulu aja deh...

25 Sep 2010

Pengaruh Buku terhadap Pola Pikir

Sebelumnya jangan salah paham dulu, dari judulnya mungkin postingan ini akan berupa sebuah jurnal ilmiah yang menjelaskan bagaimana buku dapat memperngaruhi pola pikir manusia dengan penyajian data yang valid, tapi sebenarnya ini hanya sebuah strategi gue supaya akan ada orang yang mampir ke blog gue setelah dia gugling pengen nyari artikel dengan keyword kata2 "pengaruh" dan "pola pikir". (devil) padahal isinya gak sesuai sama apa yang dia cari, hehehhe... *senyum kemenangan*

Tapi emang gue sangat merasakan bagaimana suatu buku dengan sukses dapat membuat pengaruh ke otak gue dan mengendalikan pola pikir gue. Ini cerita gue pas kelas 11 (2 SMA), lebih tepatnya lagi April 2009, waktu dimana hidup gue emang lagi dipenuhin sama buku-buku. Waktu itu gue lagi sibuk ngurusin prokernya Divisi SDM ROHIS, yaitu pengadaan (lebih tepatnya pemindahan) Perpustakaan ROHIS, setelah sebelumnya ROHIS ngeborong beli banyak buku di Islamic Book Fair senayan. Tapi sekarang gue bukan mau ceritain tentang hal ini..

18 Sep 2010

Puasa dan Pelupa

Selesai sudah Ramadhan tahun ini, dan gue akui ibadah gue tahun ini kaco parah: tadarus gak nyampe stengah hatam, itikaf juga cuman sekali, taraweh bolong-bolong, parah banget dah pokoknya. ini semua karena waktu gue terlalu banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan awal mahasiswa baru, tugasnya banyak banget, harapan gue sih kerjaan-kerjaan tugas itu bisa dicatet juga sebagai amal ibadah Ramadhan, aamiin deh...

Hanya satu yang bisa gue syukuri dari Ramadhan gue tahun ini, yaitu: selama 30 hari puasa gue, gue sama sekali gak ada yang kelupaan kalo gue lagi puasa, YEAAH!!! bisa dibilang ini prestasi luar biasa karena "lupa kalo lagi puasa" merupakan suatu yang bisa dibilang rekat dari ramadhan2 gue tiap tahunnya.

11 Sep 2010

I like Blue

Sadar atau tidak, hidup gue dipenuhi dengan warna biru. Akhir-akhir ini gue baru sadar, kayaknya dari kecil gue dicekokin mulu sama benda2 berwarna biru. Ibu gue kalo beliin sesuatu buat gue hampir selalu berwarna biru, dan kabar buruknya lagi semua barang-barang gue keseringan nyokap gue yang beliin. Entah ada dampaknya atau nggak, tapi sekarang ini gue kalo milih barang juga jadi lebih prefer ke warna cokelat dan biru. Ya, dan biru....

Dan sadar atau tidak, hal itu sedikit banyak membuat hidup gue menjadi sangat konyol.

4 Sep 2010

Liburan Penuh Doa

Liburan akhir studi emang liburan paling lama yang pernah ada selama masa2 sekolah. Bayangkan pas bulan April ujian-ujian sekolah udah kelar semua (UN,US, Praktik), otomatis di sekolah udah gak ada kerjaan alias libur sekolah. LIBURAN, waktu yang sebenarnya sangat tepat untuk bersenang-senang, tapi rasanya hati masih segen untuk itu, berasa masih belom berhak bersenang-senang sebelum terang akan ke mana gue setelah di-wisuda sekolah, yups hati gundah gue bakal nerusin kuliah di mana (heart_beat)

TAPI, NAMANYA TETAP "LIBURAN", HEHE... (devil)

28 Agt 2010

Sang Pengibar B-)

Masih dalam suasana agustus, gue ingin berbagi satu cerita.
Bulan Agustus bulan dimana bendera merah putih berkibar di hampir kebanyakan depan rumah-rumah

Gue pingin berbagi cerita tentang pengalaman gue sekali menjadi paskibra upacara rutin hari senin di SMA gue 34, sekalian nostalgia jaman SMA, hiks..


Pembukaan
Bahwa sesungguhnya saat itu adalah minggu-minggu pertama kalinya masuk semester pertama tahun ajaran 2009/2010, sekitar bulan Juli. minggu-minggu pertama kehidupan gue di XII IPA 1

Senin pertama masuk sekolah petugas upacara saat itu adalah PASKIBRA 34, semua berjalan dengan lancar. Upacara selanjutnya 2 pekan kemudian petugas upacara mulai bergilir kelas ke kelas, kesempatan diberikan pertama kali buat XII IPA 1, yups, kelas gue. (heart_beat)

21 Agt 2010

Sejuta Nama Arinal

Sumpah ini gak ada hubungannya sama sinetron Sejuta Cinta Marshanda, sinetron favorit nenek gue yang selama gue liburan ke semarang, magelang, jogja sampe balik ke Jakarta lagi gue terpaksa nonton sinetron ini karena tivi cuman satu dan nenek gue lebih tua dari gue.

Cerita ini dimulai dari ketika gue registrasi ulang UI. Semua berjalan baik-baik saja: ngantri, menyerahkan berkas, ngukur jaket kuning, foto buat Kartu Identitas Mahasiswa (KIM), sampai dengan ngambil jakun dan KIM. Semuanya berjalan dengan lancar....

14 Agt 2010

Asir The Supermi

Haha.. sbenernya gue bingung mau ngasih judul apa, pokoknya ini tentang Asir aja (adek gue). Terus gue dulu inget temen gue (Iir sama Furqon) iseng2 ngotak-ngatik stiker huruf2, dan yang kerangkai malah kalimat “Asir The Supermi”. hahaha..

Namanya Asir Filard Benbadri, Asir Filard artinya “orang yang mengadakan perjalanan di muka bumi” dan karena itu kami tidak heran kalo dulu pas kecil (kini dia 7 tahun) dia gak bisa diem,