Kusebut Mereka Pahlawan

Mengheningkan cipta

Mulai



selesai

10 November, Hari Pahlawan.
Hari ini 34 upacara memperingati Hari pahlawan, kalo upacara sumpah pemuda sebelumnya yang spesial adalah adanya pembacaan teks sumpah pemuda, kali ini ada aura yang berbeda ketika gue mengheningkan cipta untuk pahlawan-pahlawan, juga ada puisi yang dibawakan si Dina.

Pahlawan

Kemaren pelajaran Bahasa Indonesia, Bu Ilma nyuruh kita buat sebuah puisi tentang kepahlawanan. gak mesti pahlawan yang bertempur di medan perang jaman penjajahan dulu, kita boleh mengambil sosok pahlawan yang lain.

Ada yang tentang pahlawan perjuangan, ada yang tentang orang tua, malah ada tukang sapu. kalo gue karena gak menemukan ide siapa, yaudah yang udah umum aja, yaitu guru. Dan seuntai puisi telah gue buat dan langsung gue serahkan ke Bu Ilma.

Kusebut Mereka Pahlawan
Karya: Arinal Haq Benbadri

Dulu kami tidah tahu
tidak tahu apa itu kata 'apa'
tidak tahu bagaimana menuliskan kata 'bagaimana'
bahkan tidak tahu siapakah mereka

Mereka menjawab semua ketidaktahuan kami
mereka menjelaskan segalanya
segalanya apapun yang kami tidak tahu

Mereka tersenyum ketika memberi kami nilai 10
atau sangat merasa bersalah ketika nilai 3 diberikan dengan berat hati
dan marah ketika kami malas
berharap kami sukses dikemudian hari, tanpa meminta balasan apapun

Kini kami telah sukses
berhasil menjadi apa yang kami impikan
dan sekarang kami tahu, tahu semuanya

Sekarang kami sudah tahu siapakah mereka
kalian adalah pahlawan kami, Wahai Guru-Guru!

Dari meja gue liat ekspresi bu Ilma pas ngenilai puisi gue, tersenyum, dan terlihat seperti mengatakan sesuatu, gue tahu itu adalah sebuah pujian karena setelah Bu Ilma ngomong gitu temen gue bilang "cie Rinal".

Dan gue lihat nilai gue, jeng jeng jeng..... PERSIS YANG ADA DALAM PUISI GUE!! Bu Ilma tersenyum ketika ngasih gue nilai perfect!! 8,8,8,8.

Puisi gue menjadi salah satu puisi yang dinilai bu Ilma bagus dan dibacakan di depan kelas, alhamdulillah.

Dan benar saja, hari ini sedang heboh dengan berita UN DIMAJUKAN MENJADI MINGGU KETIGA MARET!!! artinya 2 HARI SETELAH SIMAK!!!!!

Guru adalah orang yang paling pusing menerima berita ini setelah murid2nya!! kami sekarang sangat bergantung pada mereka, mereka bener2 pahlawan untuk saat ini.

-----------------------------
Btw, kemaren gue sama akbar ketemuan sama orang yang nemuin HPnya afifah yang ilang pas ke acara di rumah KARO. bagi gue, dia juga bisa disebut pahlawannya afifah, karena nemuin HP afifah dan jujur ngembaliin ke orangnya, bahkan menolak ketik diberi balas jasa. jarang ada orang yang seperti dia

Sebenernya siapa pun bisa menjadi pahlawan, tinggal berbuat baik, dapet pahala, JADILAH PAHALAWAN :P

Draft

Kemaren malem Fadhlan ngepastiin kalo dia mau ikut Seminar Fakultas Teknik UI dan ngajak gue sebagai penunjuk jalan kesana, karena gue pun sangat butuh acara semacam ini, kemaren malem gue menambah kegiatan dadakan di hari minggu gua ini.

Dan kita baru janjian pagi hari ini, padahal acara dimulai jan 9 pagi. menunggu 20 menit ngebosenin banget! dasar Fadhlan tukang ngaret! dan kita pun langsung chao ke UI 20 menit sebelum acara dimulai dengan tanpa masalah sampai kita masuk kampus UI.

Kita tau kita udah telat 10 menit dari jam 9, kita tinggal tempatnya aja. satu-satunya informasi yang tau adalah acara itu diadain di auditorium UI, masuk kampus UI gue liat ke penunjuk jalan, sama sekali gak ada 'Auditorium UI'.

Sambil tengok kanan kiri kita terus jalankan motor, sesekali bertanya kepada orang di pinggir jalan. karena hari minggu, UI ramai akan orang2 yang berolahraga. kita berusaha mencari tampang2 mahasiswa UI karena ada kemungkinan pasti dia tau.

Orang pertamanya yang gue tanya sangat rapih, pakai kemeja, celana bahan, berkacamata dan tampak sedang menuju ke suatu tempat.
"maaf kak (calon kakak kelas), boleh numpang tanya gak? Auditorium UI dimana ya??"
"hheee......" gue sudah senang karene dia tampak berpikir dan akan segera ngasih tau, tapi ternyata "gak tau deh" dia senyum dan langsung ninggalin kita.

Huuih... masa mahasiswa UI gak tau dimana Auditorium??. Dan akhirnya kita muter2 aja, ngelewatin semua fakultas, termasuk fakulatas tekniknya, tapi yang kita tau acara ini diadakan di suatu tempat bernama Auditorium. kita terus jalan sampe belakang, ngelewatin stadion, sa,pai muter lagi ngelewatin rektorat, Balairung, mesjid, perpustakaan baru UI yang lagi dibangun.

Gak bisa, sebelum mengakhiri satu lap kembali ke start awal gue mesti tau dimana Auditorium UI. gue kembali bertanya, kali ini denagn 'kaka' berjilbab yang sangat berkemahasiswaan.
" ka, Auditorium UI dimana ya kak?". dia menunjukkan ke arah posisi start awal pencarian kita. Oke, sebuah thawaf yang sia-sia kalau Auditorium ada di pencarian awal kita.

Dan Kita cari lagi, gak ketemu di tempat yang ditunjukkan kaka yang tadi. kali ini gue tanya sama orang yang lagi di halte istirahat abis lari pagi. dan dia ngejawab di temapat yang berbeda, sangat berlawanan denagn yang dikasih tau sama kaka sebelumnya.

Gak jelas gini, kita pun ke Balairung aja, mungkin Auditorium itu nama lainnya Balairung. dan nihil, bahkan akses jalan depan balairung itu pun ditutup buat kendaraan.

Kita ngeliat orang berjaket kuning dan langsung cepat2 bertanya. jawabannya:
"Auditorium yang mana, soalnya setahu saya FE punya Auditorium, FIB juga punya, oh coba aja yang di fakultas Ilmu Budaya, kayakanya lagi ada acara disana."
Gak ada Auditorium UI secara menyeluruh, adanya di tingkat fakultas
Ya udah deh, kita akhirnya ke fakultas Ilmu Budaya yang udah beberapa kali kita lewati hari ini, dan sangat sepi, gue putus asa. gue berentiin motor di samping rambu dilarang parkir, tapi gue gak peduli, jalan ini sangat sepi. gue Istirahat, minum, dan buka Plurk siapa tau ada informasi yang bisa gue dapet. Fadhlan nelpon QUIN, gak ada yang ngangkat.

Mungkin ada informasi yang bisa gue dapet di kampus FTUInya, langsung kita ke sana.

masuk ke area kampusnya gue berhentiin motor di depan spanduk acara yang pengen gue hadiri hari ini, dan bertanya sama orang yang lewat akan masuk ke kampus FTUI dimana acara ini diadakan sambil nunjuk ke spanduknya, dan mereka GAK TAU.

Gue nanya ke satpamnya dan ternyata acaranya di dalem, di kampus FTUInya!!! sudah sangat terlambat, semoga Try Out dulu, seminar yang mau gue dengerin mudah2an belakangan. kita parkir motor dan cari tempatnya.

Lagi2 sagat sepi, hanya ada beberapa orang yang sibuk dengan laptopnya masing2, lagi2 putus asa. kayaknya gak ada deh.

kita terus ke kantinnya, cuman ada satu pedagang yang jualan, itupun cuman teh panas sama indomie, karena lelah kita pesen teh manis PANAS.

"pak disini gak ada acara ya pak?" gue tanya ke bapak2 yang julan pas dia ngasih teh manisnya
"acara apa dek? Try Out?"
"iya pak"
"kemaren sih ketua BEM sini bilang mau ada try out cuman gak tau juga deh ada apa ngga.

udah beberapa lama, bapak itu nanya ke mahasiswa yang lewat
"mas, yang acara try out itu dimana ya? nih anak SMA daritadi nyariin"
"oh gak tau deh, coba saya telpon dulu"
kaka itu nelpon langsung ke ketua BEMnya
"katanya kemaen dek!"

Lenyap sudah!, Hari minggu gue tersia-siakan tanpa ada hasil
"emang nanti ade mau masuk sini de kuliahnya?" bapak2 yang jualan berbasa-basi
"ya mudah-mudahan deh pak, doain aja."
"Ya kalo disini makan di warung mamang sini atuh"
"heeeeh......"

Gak lama ada mahasiswa lagi terus mamangnya langsung nanya,
"ada apa?"
"gak cuman mau ngecek aja kantin buka atau nggak, mau dikasih tau ke anak2"
"anak SMA ya?? lah ini daritadi aanak berdua nyariin"
"ya ampun, udah dari jam berapa?? try outnya udah mulai dari tadi, udah mau selesai malah!"

Kita dianterin ke tempat pendaftaran,
"kalo seminarnya masih ada gak kak?"
"Ada nanti, hari ini tinggal teknik mesin, metalurugi, sipil sama industri"
gue kecewa gak bisa liat seminar elektro yang udah kemaren padahal gue penasaran banget.

karena telat kita dikasih waktu tamabahan SEDIKIT, kita diberi pelayanan eksklusif, dianter sampe tempat duduk. gue masuk ke ruang ujiannya dan melihat tulisan sangat besar "AUDITORIUM FAKULTAS TEKNIK UI"

oh my God!

Dasi Keluar

Pemerintahan telah berganti,
Kini saatnya ucapakan salam perpisahan buat bapak Jusuf Kalla (JK)

Pas awal tahun ajaran ini yang sistemnya udah moving class, pas gue masuk ke kelas fisika di ruang 309, gue nyengir sendiri nginget gue kelas 10.

Ruang kelas 309 itu ruangan kelas X gue, X.1. pas awal gue masuk 34, hal lucu yang gue temukan dikelas itu adalah DASI WAKIL PRESIDEN JUSUF KALLA KELUAR DARI BINGKAI. hahahahaha.....

Jadi bingkai kan bisa digantung bisa diberdiriin, nah 'dasi keluar'nya itu sebenernya buat berdiriinnya kalo mau dipajang berdiri, ngerti kan?!

Hahaha...
selamat tinggal pak JK!!
kehadiranmu memberi warna di ruang 309
terimakasih telah setia tersenyum di depan kami
disaat kami belajar, stress, nyontek, anda tetap tersenyum pada kami.

Selamat jalan...
DK!!!

Dasi Keluar

Dasi Pak SBY juga keluar :P