Pada dasarnya waktu adalah nikmat, tidak peduli disyukuri atau tidak, ia tetap nikmat.
Betapa nikmat menghabiskan waktu untuk bersantai-santai melamunkan mimpi menjadi orang besar, kaya raya, berpengaruh, bermanfaat bagi banyak orang, memilik karya-karya yang dihargai seantero alam. Ya, ini sangat nikmat dan seringkali membuat pelaku nya lupa diri.
Sementara itu tidak kalah nikmatnya jika menggunakan waktu untuk mau berkonsentrasi, buka buku, jelajahi internet, membaca ribuan kata, menulis berlembar-lembar catatan, coret-coretan, hitung-hitungan, baik itu karena kesadaran diri maupun karena tuntutan Indeks Prestasi atau dosen. Yakin, menambahnya wawasan pengetahuan dan ilmu itu sangat nikmat
Keduanya nikmat, hanya saja pada kasus terakhir menunjukkan sikap mensyukuri nikmat waktu, dan sebaliknya pada kasus pertama yang hanya menyia-nyiakan waktu.
Dan apabila nikmat disyukuri, maka akan ditambah nikmat yang lain.
Yakin, kalo mau menggunakan waktu untuk belajar, berbagi, menulis, dll, maka cepat atau lambat nikmat-nikmat yang lain akan datang menyerbu, dan akan terus menyerbu jika kita kemudian dapat mensyukuri nikmat yang berdatangan itu.
Waktu = nikmat
menggunakan waktu untuk untuk belajar > mendapat ilmu = nikmat
menggunakan ilmunya untuk ujian > dapat nilai bagus = nikmat
menggunakan nilai untuk apply beasiswa luar negeri > belajar di negeri orang = nikmat
menggunakan pelajaran & pengalaman di negeri orang untuk bekerja di perusahaan besar = gaji besar, kaya raya = nikmat
Banyak uang, jalan-jalan ke banyak tempat di dunia > mentafakuri ciptaan2 Tuhan, belajar memahami nilai-nilai dari setiap tempat, lebih bijaksana = nikmat
menulis pengalaman-pengalaman berharga dari berbagai dunia > buat buku, dapet royalti, berbagi pemahaman, dikenal orang = nikmat
menggunakan kekayaannya untuk membantu banyak orang > bahagia, menambah banyak kenalan = nikmat
modal + pengalaman + relasi = pengusaha sukses = nikmat
dst.
See?! Jika nikmat disyukuri, nikmat lebih besar datang menghujani.
Dan percaya atau tidak, contoh diatas ini adalah lamunan di waktu santai saya maksud di awal postingan ini, baru dibayangkan saja sudah nikmat bukan?!, tapi tidak akan pernah datang nikmat lain jika hal ini hanya sebatas lamunan, mulai lah bergerak, jangan sia-sia kan waktu!
Dan Apabila telah selesai dari satu urusan, maka segeralah mengerjakan urusan yang lain
Mungkin, satu-satunya waktu yang tidak nikmat adalah waktu ketika kita tidak bisa menjelaskan di pengadilan-Nya untuk apa saja waktu telah diberikan kepada kita.
Demi masa, sesungguhnya manusia itu merugi.
Bergeraklah! Atau waktu akan membunuhmu beserta mimpi-mimpi mu -arinalhaqben-

berperang dgn waktu.
BalasHapusada yg bilang kita sebenarnya tidak hidup dimasa lalu atau besok, tapi kita hidup hanya dihari ini, sekarang ini. krn bsk blm tentu aja, dan masa lalu tidak akan terulang.