Selamat Datang di Today's Story, Arinal's blog: Hidup mencari hikmah. Dipersilahkan menjadi tamu yang baik dan bersantai-santai di blog ini. Terima kasih atas kunjungannya :) -Karena beginilah gue, beginilah hidup gue-

5 Agt 2009

S I M

UDAH LAMA GAK NGEBLOG!!!!!

Today's Story (Blogspot) maafkan aku! aku lebih banyak cerita ke Haqben Delevery (Plurk), tapi bukan berarti aku melupakaanmu.

Banyak cerita di plurk yang gak gue ceritaiin di blog gue, salah satunya SIM CARD IM3 GUE ILANG!!!! (teriak histeris). bermula saat IM3 gue rusak dan gue ganti nomer gue ke AXIS, sponsor yang merepotkan Gravitasi. Lalu beberapa hari yang lalu gue menemukan meja belajar gue rapi, dan gue tidak menemukan SIM CARD IM3 gue!!!!! (masih histeris). gue cari di mana2 gak ketemu termasuk di tempat sampah yang gue korek2.

Masih ada hubungannya dengan SIM, udah seminggu ini gue ke sekolah bawa motor dan sepertinya akan belanjut terus. tapi berasa masih kurang lengkap kalo gue belom bikin SIM motor sama belom ganti helm gue yang udah gak ada penutupnya itu. jadi, hari ini gue izin tidak masuk sekolah untuk mengurus/bikin SIM C.

Dan gue rasa sistem pembuatan SIMnya PARAAAH!! Tempat pembuatan SIMnya di polres kota tangerang, cikokol. gue ke sana dianter sama orang yang emang udah biasa bantu ngebuat surat2 kayak gitu. pengalaman kakak gue bikin SIM yang ribet banget ngebuat gue kali ini make orang dalem buat bikin SIM.

Sampe sana gue dibawa ke sebuah ruko gitu disamping polres, ternyata buat bikin surat keterangan sehat. dari sini gue udah rada kesel, cuman ditanya nama, tinggi, berat, terus suratnya jadi. gue pikir jaket dokter, stetoskop, dan alat2 lain yang ada disana cuman buat pajangan doang, gak guna.

Masuk ke polres, gue ngeri gue ketawan polisi disana (gue masih ngeri sama polisi pasca gue ditilang) kalo gue bikin surat keterangan sehat seenakanya, tapi ternyata masuk sana disambut dengan polisi yang jaga pintu, "mau ke mana?". "bikin SIM". terus dia bilang "Udah ada yang bantu belom??". AARGH!!!! jadi ini sudah menjadi objekan para polisi disana!!! ini telah menjadi rahasia umum!!

Di sana gue tinggal ngelakuin tes dan foto doang, sedangkan urusan pendaftaran dan administrasinya diurus sama orang yang nganterin gue. dan ternyata tesnya pun hanya buang2 waktu, buang2 kertas, karena cuman buat formalitas doang!

Masuk ke ruang tes gue duduk layaknya orang yang mau ujian biasa, pas soal dikasih kita dipandu sama seorang petugas. kita isi data diri. orang yang ikut tesnya macem2 lucu2 dengan tingkah laku mereka, petugas/polisi yang ngebimbing pengisian juga ngelucu melulu. saat awal pengisian polisi itu bilang.
"Eh kenapa itu yang dibelakang gaduh banget?" gue liat ke belakang dan emang ada bapak2 yang sibuk sendiri
"maaf pak ini pulpen saya, saya lupa" terus di nunjukin pulpennya, lucunya pulpennya tuh gak ada dalemnya jadi kosong gak ada tintanya. Hahaha... aneh2 aja orang

Polisi itu terus membimbing kita mengisi data diri sesekali memeriksa isian kita, lalu polisi itu bilang.
"Apa ini?? alamat koq ibu Eem? masa nama ibu Eem alamat ibu Eem? sekalian aja nomer telepon semuanya diisi Ibu Eem" Hahaha... kasian polisinya ngebimbing orang2 yang gak semuanya mengerti.

Data diri sudah terisi, lanjut ke lembar isian tes teori. dan anehnya dibawahnya tulisan "TIDAK LULUS"nya sudah tercoret dan itu artinya gue sudah dipastikan lulus mengikuti tes ini. gue liat orang2 disekeliling gue pun sama, semuanya sudah dipastikan lulus dan gue rasa sudah dipastikan pake orang dalem.

Sang polisi membacakan pertanyaan pertama dan membiarkan kita menjawabnya bersama. "Berapa usia minimal orang diperbolehkan memiliki SIM C? A.16; B.17; C.18. " sebagian besar menjawab 17, dan cuman beberapa orang yang angkat tangan menjawab benar (6 tahun) termasuk gue diantaranya.

Dan parahnya lagi, jawaban no 2 sampe akhir polisi itu ngasih tau semua jawabannya! Parah!!!! sebelum itu polisinya sempet bilang "ada yang keberatan kalo saya kasih tau semua jawabannya?" yaiyalah pak! semua orang juga mau kalo dikasih kemudahan gitu, kalo mau gitu sekalian aja gak usah ada tes kayak beginian! ngabisin waktu, ngabisin kertas.

Tes prakteknya juga gitu, cuman beberapa yang dites, cuman buat formalitas aja. abis itu foto,

Inilah yang paling gue harus kerjakan hati2, pertama diambil sidik jarinya, terus tanda tangan, dan langsung foto. Nah pas selesai tanda tangan gue panik banget tanda tangan gue jelek abis, trus gue langsung difoto dengan muka yang memgekspresikan kehawatiran hasil tandatangan gue di SIM, dalam arti gue gak preper buat diambil fotonya.

Dan selesailah SIM gue!! Dalam beberapa pengarahannya disepanjang tes berlangsung, polisi2 sering mengatakan untuk tidak melakukan pelanggaran2 lalu lintas, karena menurut mereka katanya pelanggaran adalah tanda kebodohan kita. Dan pemudahan membuat SIM gue rasa adalah sebuah pelanggaran yang menandakan kebodohan kita.

Diakhir tes polisi itu meminta untuk membantu dia untuk diam tentang proses pembuatan SIM ini, tapi maaf pembodohan ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, harus ada perubahan dalam sistem ini.

MAJU TERUS KEPOLISIAN INDONESIA!! TUMPAS TERUS KEJAHATAN! saya Arinal, sampai jumpa (Tangkap mode:on)

3 Yang nanggepin:

  1. parah juga. ckckck

    BalasHapus
  2. Kalo mau cepat dan gak buang-buang waktu nembak aja lah....bayar 370rb untuk SIM A/C terima beres langsung ditangani polisi petugas SIM di POLRES CIKOKOL TANGERANG KOTA,tanpa harus tes untuk formalitas segala..dijamin cepat dan memuaskan.
    dari pada capek2 dan susah2 di polres,bayar lebih dikit tapi puas kan gak masalah.
    tertarik?


    NUNU(021-93762288)

    BalasHapus
  3. syanti bilang..
    wah..besok gw br mau bikin tuh di polres cikokol..
    udah bisa ngebayangin prosesnya ky gimana..

    BalasHapus

Hai! apapun komentar mu tentang tulisan ini, mohon share ya! :)
Thanks for your comment..